07 Mei 2012

Tips Memilih Olah Raga yang Sesuai untuk Kita

Tips Memilih Olah Raga yang Sesuai untuk Kita

Jika kita perhatikan dengan teliti, ternyata sulit sekali menemukan seseorang yang mampu menguasai semua jenis olahraga dengan baik. Sebagian dari mereka pasti lebih suka atau mengidolakan beberapa jenis olahraga saja untuk dimasukkan ke jadwal olahraga rutinnya.
Ada tips dalam memilih olahraga yang sesuai dengan kriteria diri Anda agar Anda bisa meraih prestasi gemilang dan mendapatkan kepuasan hati saat melakukan olahraga. Diantara tips dalam memilih jenis olahraga tersebut yaitu, memilih olahraga yang sesuai dengan kesukaan dan minat Anda. Entah itu jenis olahraga permainan ataupun olahraga atletik, pilihlah jenis olahraga yang bisa membuat hati Anda merasa senang saat melakukannya. Karena selain berkhasiat untuk menjaga kesehatan, kesenangan saat melakukan olahraga ini sangat baik untuk menjaga emosi agar tetap stabil. Dalam memilih jenis olahraga untuk menjaga kesehatan, perhatikanlah juga tentang cidera yang pernah Anda alami. Jangan sampai Anda memilih olahraga yang beresiko mengganggu penyembuhan cidera Anda. Perhatikan juga postur tubuh Anda terhadap permainan olahraga. Postur tubuh yang Anda miliki akan memberikan pengaruh yang besar dalam melakukan serangan untuk memenangkan pertandingan olahraga.
Pilihlah olahraga yang terbentuk dari sekelompok orang yang mampu menghadirkan suasana kerjasama tim yang kompak. Di dalam suatu tim yang solid, kemampuan softskill Anda akan semakin terasah, selain itu Anda juga akan lebih mudah dalam menjalin jaringan dengan orang lain. Selain untuk menjaga kesehatan, pilihlah jenis olahraga yang berpotensi untuk diajukan ke turnamen. Misalnya bulu tangkis, sepak bola, catur, volly, basket, serta jenis olahraga lainnya. Sikap bijak dalam menentukan jenis olahraga yang sesuai dengan diri sendiri akan menghasilkan manfaat besar yang berguna bagi diri sendiri di kemudian hari.

Hari Air Sedunia

Dunia memperingati Hari Air Sedunia yang sudah dicanangkan sejak tahun 1993 pada 22 Maret 2012 lalu. Dengan slogan “Water and Food Security”, masyarakat diingatkan untuk memelihara ketahanan air demi kelangsungan kebutuhan pangan. Tanpa air, pangan akan musnah. Mahsiswa Fakultas Teknologi Pertanian, khususnya yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (PERMATETA) menggelar aksi longmarch dan kampanye untuk menyemarakkan hari itu.
Berangkat pukul 9 pagi dari FTP, mereka mengoarkan semangat pentingnya hemat air dan ketahanan pangan di Bundaran UGM. Termasuk dalam aksi tesebut, dilaksanan orasi dan pembagian leaflet dan stiker yang berisi ajakan untuk menghemat air dan cara-cara untuk menghemat pemakaian air. Malamnya, diadakan renungan yang diisi oleh Prof. Muhjidin Mawardi yang antara lain menggugah kesadaran mahasiswa akan hemat air dan kedaulatan air. Pentas akustik yang menampilkan band dari setiap angkatan serta dosen dan karyawan juga meramaikan acara itu.
Dengan adanya hari air sedunia, diharapkan kontribusi kita sebagai mahasiswa untuk melakukan penghematan air, mengingat semakin langkanya sumberdaya air yang layak konsumsi dan tekanan yang makin kuat terhadap air. Tindakan kecil seperti tidak membuang atau memboroskan makanan, diet sehat, mengkonsumsi makanan yang bergizi yang diproduksi dengan hemat air serta tindakan kecil yang bisa berdampak pada ketahanan air dan pangan. Air adalah elemen vital dalam kehidupan manusia dan sudah ditetapkan dalam UUD 1945 sebagai hajat hidup orang banyak.
Selamat hari air sedunia 2012, semoga kesadaran kita akan pentingnya menghemat air bertambah dengan semaraknya kampanye pada hari tersebut.

Arum Kartika
Departemen Jaringan Eksternal
Kunjungan Lembaga ke Gama Cendikia

Sabtu (28/4) pagi di kampus Fakultas Teknologi Pertanian beberapa orang berkumpul sambil sesekali bercanda di atas sepeda berwarna biru yang biasa disebut sepeda kampus UGM. Orang-orang ini adalah anggota staff Jaringan Eksternal dan beberapa orang pengurus harian Agritech Study Club. Mereka berkumpul untuk bersepeda keliling kampus bersama. Pukul delapan tepat para “pendekar biru” ini menyegarkan suasana pagi UGM dengan tawa lepas kegirangan dalam kayuhan sepeda yang seragam.
Rombongan ini menyusuri kompleks UGM dengan rute yang dimulai dari kampus FTP ke utara sampai taman timur kehutanan kemudian belok ke arah barat sampai rektorat dan terus ke selatan melewati perpustakaan pusat, GSP, dan berakhir di gelanggang mahasiswa. Suasana pagi yang segar itu tidak berhenti sampai di situ. Sesampainya di gelanggang mahasiswa rombongan ini langsung disambut dengan ramah oleh punggawa-punggawa Gama Cendikia. Inilah tujuan utama rombongan ini, yaitu silaturahmi dan bertukar ilmu dengan sahabat-sahabat kita dari Gama Cendikia, sebuah organisasi keilmuan pada lingkup universitas di UGM.
foto2.jpg
Perjalanan menuju GC

Acara sharing ini dimulai dengan penjelasan tentang apa itu Gama Cendikia, sejarah berdirinya (yang ternyata merupakan imbas dari gerakan reformasi 1998), departemen yang ada dalam struktur organisasi mereka sampai pada pembahasan mengenai program kerja yang berjalan. Penjelasan ini disampaikan oleh Ketua Gama Cendikia, Ahmat Sahri.  Penjelasan sejenis juga disampaikan oleh Ketua Agritech Study Club, Ade Bachtiyar. Acara ini berlanjut dengan sesi tanya jawab dan diskusi tentang masing-masing organisasi. Sesi tanya jawab dan diskusi ini berlangsung secara dinamis, baik dari pihak Gama Cendikia maupun dari pihak Agritech Study Club sama-sama menunjukkan keaktifannya. Keaktifan peserta kunjungan ini terlihat dari banyaknya bahan obrolan hingga waktu dua jam terasa sangat cepat berlalu.
foto3.jpg
Suasana kunjungan di GC

Diskusi yang panjang dan cukup lama membuat peserta baik dari Gama Cendikia maupun dari Agritech Study Club menjadi saling mengenal dan akrab satu sama lain, sehingga wajar jika pada akhirnya tercetuslah ide foto bersama. Puas berfoto-foto, rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke taman depan rektorat, lagi-lagi dengan sepeda kampus. Di tempat ini rombongan menikmati makan siang yang telah disediakan panitia secara gratis. Perpaduan antara makanan yang enak, badan yang lelah, dan otak yang sudah digunakan untuk diskusi membuat seluruh peserta rombongan melahap makan siang ini dengan kejam. Perut kenyang hati senang, itulah kesan yang dibawa pulang oleh seluruh peserta setelah acara ini berakhir.
foto1.jpg
Manusia-manusia kelaparan
               
                                                                                (Ditulis oleh Ardhika Ulfah, Staff Departemen Jaringan Eksternal ASC)

23 April 2012

Seminar Road Show Technopreneurship RAMP Indonesia
Pengembangan Inovasi Teknologi Melalui Technopreneurship RAMP Indonesia
            Apakah teman- teman tahu apa itu technopreneurship? Apakah teman- teman tahu apa itu RAMP Indonesia?
Pada tanggal 17 April 2012 (kemarin-red), di ruang seminar Fakultas Biologi UGM diadakan seminar technopreneurship. Seminar ini diadakan oleh Agritech Study Club, Klinik Agronima, dan Yayasan INOTEK. Pada seminar kali ini, Bapak Nana Suryana dari Yayasan Inotek selaku pemateri menyampaikan tentang program RAMP (Recognition and Mentoring Program) Indonesia. Program ini merupakan program yang didirikan di Indonesia tahun 2006 dan berpusat di Amerika, tepatnya di Lemelson Foundation.
Dana hibah sebesar 300 juta rupiah akan diberikan bagi masing- masing inovator dari berbagai kalangan yang berhasil melewati seleksi dan tahap mentoring. Dana ini berasal dari royalti Lemelson Foundation yang didirikan oleh Jerome Lemelson sang inventor Amerika yang memiliki lebih dari 600 hak paten. RAMP Indonesia memberikan program dana hibah ini hanya sampai akhir tahun 2012 (31 Desember 2012). Selebihnya, pada tahun 2013 RAMP Indonesia hanya akan memberi dana pinjaman tanpa bunga, bukan dana hibah lagi. Oleh karena itu, waktu yang singkat ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh calon-calon inovator baik dari kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.
Menurut Bapak Hana Suryana, terdapat kriteria bagi para calon inovator RAMP Indonesia, diantaranya : warga negara Indonesia (WNI) dan bertempat tinggal di Indonesia, memiliki semangat entrepreneurship dan sosial, dan memiliki komitmen. Sedangkan kriteria teknologi yang dapat diajukan yaitu: inovatif, memiliki kelayakan secara komersial, didasari oleh permasalahan di masyarakat, terbuat dari bahan- bahan lokal, ramah lingkungan, dapat direplikasi, dan status kepemilikan teknologinya (paten) jelas. Bidang teknologi yang ditekankan antara lain, Water, Energy, Health, Agriculture, dan others (lainnya yang memenuhi kriteria).
Fasilitas mentoring yang diberikan antara lain, 1) inkubasi bisnis yaitu pendirian UKM dan inisiasi usaha dan 2) inkubasi teknologi yaitu penyempurnaan teknologi, prototipe teruji, dan pendaftaran paten. Aktivitas program terdiri dari berbagai tahap, yang pertama penerimaan proposal, setelah itu proposal diseleksi, lalu peserta yang lolos menandatangani persetujuan mentoring di atas kertas, menerima kontrak kemitraan, dan yang terakhir implementasi mentoring. Program RAMP Indonesia telah berjalan hampir enam tahun, selama ini telah banyak produk- produk teknologi yang telah dibimbing dan dimentoring dalam hal teknologi maupun bisnisnya. Beberapa- beberapa inovasi teknologi yang sukses diantaranya; mesin pemisah daging dan tulang ikan, alat pendeteksi ikan, kompor biomassa, kompor gastrik, obat antidiabetes, alat pancing gurita, ozonizer tambak, sepeda perontok padi, biskuit lele, dan sulis (susu listrik).
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan, fakultas, bahkan universitas.  Peserta sangat antusias mengikuti seminar ini, hal ini dilihat dari hampir penuhnya bangku tempat duduk yang disediakan oleh panitia. Salah satu peserta yang bernama Andika, dari Teknik Kimia, UGM, mengungkapkan pengalaman pertamanya mengikuti seminar tentang technopreneurship. “Jujur saja, saya baru tahu akan technopreneurship RAMP Indonesia” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa penjelasan oleh Bapak Hana tadi sangat bermanfaat bagi para inovator yang sangat perlu modal dan ia ingin ikut berpartisipasi pada RAMP tahun ini.
 Pengiriman proposal akan ditutup pada 31 Juli 2012, maka diharapkan para inovator  segera mengirimkan proposalnya untuk menjadi technopreneur sejati. Proposal dapat di unduh www.ramp-indonesia.org/download, setelah itu proposal akan diseleksi sesuai tahapan- tahapan di atas dan proposal yang lolos akan segera mendapat mentoring dari tim RAMP Indonesia. Untuk itu, don’t miss it! Selamat berjuang para technopreneur sejati.... !  (Onne Akbar).

           
           
               

19 April 2012

Tips Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

                                                          Tips Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship
Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang tangguh pada diri seseorang memang membutuhkan waktu yang terbilang lama serta dibutuhkan kesabaran untuk selalu mengasahnya. Jiwa entrepreneurship atau jiwa wirausaha memang dapat diupayakan untuk dikembangkan  serta dibekalkan pada seseorang (terutama pada pemuda) untuk menguatkan mental seseorang tentang entrepreneurship. Cara yang sering ditempuh untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yaitu dengan mengikuti seminar-seminar umum tentang kewirausahaan, mempelajari psikologi manusia serta membiasakan menjalani kehidupan dengan semangat tinggi untuk berpola hidup produktif. Tanamkan gagasan bahwa setiap waktu adalah uang, setiap tenaga adalah kerja dan setiap ide merupakan inovasi perubahan. Dan tumbuhkan bahwa seorang pemuda memang siap untuk menjadi wirausaha muda yang sukses.    
Entrepreneurship memang diminati oleh banyak kalangan mahasiswa dan kalangan pemuda yang lainnya. Banyak wirausaha muda yang bermunculan dengan berbagai produk yang mereka usung kedalam bisnis mereka. Wirausaha muda ini telah mengalami berbagai pengalaman dalam menjalani bagaimana menjadi seorang entrepreneurship yang baik dan dapat bersaing dengan berbagai produk yang ada di pasar. Wirausaha muda yang telah memiliki jiwa wirausaha yang tinggi akan selalu berusaha untuk menciptakan inovasi-inovasi baru agar produk yang mereka produksi tidak kalah bersaing di pasar. Untuk memenangkan setiap persaingan, kebanyakan seorang entrepreneurship akan melakukan berbagai modifikasi pada produk serta meningkatkan strategi pemasaran produk agar konsumen tertarik pada produk yang mereka tawarkan.
Jiwa wirausaha merupakan salah satu karakteristik bawaan dari orang tua ataupun secara genetis dan juga dapat dilatihkan pada diri seseorang. Bagi orang-orang yang telah memiliki jiwa wirausaha sejak kecil (bawaan), mereka tidak perlu memunculkan jiwa wirausaha itu secara intensif. Bagi orang-orang yang ditakdirkan memiliki jiwa wirausaha sejak kecil, maka disetiap aktivitasnya akan memperlihatkan kegiatan-kegiatan entrepreneurship. Mereka cenderung suka bekerja keras, pantang menyerah, tabah menghadapi cobaan, dan yang paling penting yaitu mereka akan memperlihatkan kepada orang lain bahwa mereka adalah seorang yang mandiri. Hal ini sangat berkebalikan jika dibandingkan dengan seseorang yang berusaha menumbuhkan jiwa wirausaha pada dirinya. Jiwa wirausaha memang dapat diusahakan untuk ditanamkan pada diri seseorang. Usaha yang mereka tempuh diantaranya yaitu dengan mengikuti seminar kewirausahaan. Keinginan seseorang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini pada dasarnya didasari oleh keinginan untuk menjadi seorang wirausaha muda yang sukses.          
Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha berbasis entrepreneurship ini memang dapat ditempuh dengan berbagai cara. Diantara cara-cara yang dimaksudkan yaitu dengan jalan mengikuti seminar tentang kewirausahaan (entrepreneurship), sering membaca biografi orang-orang sukses, membiasakan diri untuk bersurvival di tempat yang masih asing baginya, membiasakan hidup mandiri, serta yang paling penting yaitu membiasakan untuk menumbuhkan rasa saling peduli terhadap sesama.
Jiwa wirausaha memang dapat ditumbuhkan dalam diri setiap orang, oleh karena itu bagi setiap pemuda masing-masing memiliki potensi untuk mengembangkan prinsip entrepreneurship pada diri mereka dan siap untuk menjadi wirausaha muda yang sukses.
by : Ade Bachtiar